assalamualaikum wr. wb
Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau menjadi bertambah parah. Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan keluhan fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor psikis atau mental, seperti stres dan rasa cemas.
Selama beberapa tahun terakhir penyakit tidak menular (PTM) cukup jadi sorotan. Ini pula yang ditunjukkan laporan Riset Kesehatan Dasar 2018. Laporan menyebut PTM seperti hipertensi, stroke, kanker dan diabetes mengalami peningkatan dibandingkan laporan Riskesdas 2013.
Selain itu, dokter yang sehari-hari praktik di RS Universitas Indonesia ini berkata orang patut berhati-hati dengan gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik ialah kondisi ketika pikiran mempengaruhi fisik kemudian memicu keluhan kesehatan secara fisik.
"Gangguan fisik timbul malah karena rasa takut, karena dia pernah dengar, baca kalau penyakit jantung gejalanya seperti ini, ini, ini. Setelah diperiksa, ternyata dia menderita gangguan kecemasan," kata Sukamto saat ditemui di RS Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Stres, cemas rupanya bisa turut mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Buat kaum pekerja, stres tampaknya bukan barang baru lagi. Tak cuma mereka yang hidup di kota metropolitan yang padat dan sarat akan kemacetan, stres hingga gangguan kesehatan mental bisa dialami siapapun.
Bagaimana Pikiran Memengaruhi Penyakit?
pikiran dapat menyebabkan munculnya gejala atau perubahan pada fisik seseorang. Contohnya, ketika merasa takut atau cemas, bisa memunculkan tanda-tanda seperti denyut jantung menjadi cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung. Gejala fisik tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas listrik atau impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan zat adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik di atas.
Mengenali Gejala Psikosomatik
Pada umumnya, psikosomatik bisa diartikan sebagai penyakit atau keluhan fisik yang disebabkan maupun diperburuk oleh pengaruh faktor mental pada diri seseorang. Psikosomatik biasanya berawal dari masalah psikologis, seperti takut, stres, depresi, atau cemas.
Faktor mental atau psikologis itulah yang memicu munculnya beragam gejala fisik, seperti:
- Sakit perut atau nyeri ulu hati
- Sakit punggung belakang
- Sakit gigi
- Sakit kepala dan migrain
- Bernapas dengan cepat
- Jantung berdebar-debar
- Gemetar (tremor)
- Berkeringat
Pengobatan Psikosomatik
Dalam kasus gangguan psikosomatik, petugas layanan kesehatan tidak hanya fokus pada gejala fisik akibat psikosomatik. Akan tetapi dilakukan perawatan menyeluruh dalam menangani faktor mental dan sosial penyebab penyakit fisik yang dialami.
Meski dokter umum bisa menangani gejala psikosomatik yang bertujuan untuk mengatasi keluhan fisik yang dirasakan, sebaiknya penderita gangguan psikosomatik perlu konsultasi dengan psikiater.
Psikiater akan mengobati pasien dengan mendiagnosis dari berbagai aspek, termasuk durasi penyakit, tekanan lingkungan, kepribadian pasien dan lain-lain. Setiap keluhan fisik yang diderita akan ditangani sesuai dengan penyebabnya. Untuk keluhan psikologis akan dibantu dengan konseling menyeluruh, yang didukung oleh psikoterapi, berupa terapi pola pikir dan perilaku, untuk melatih respons seseorang terhadap situasi yang berat. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik yang dialami orang dengan gangguan psikosomatik.
Sebaiknya cobalah untuk mengelola stres, kecemasan dan depresi sedini mungkin, agar tidak mengalami ganguan psikosomatik yang akan memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Anda bisa berkonsultasi dengan psikiater bila mengalami gangguan mental atau psikologi lainnya, sebelum gangguan tersebut menimbulkan penyakit fisik.
Daftar Pustaka







0 komentar:
Posting Komentar